Jatuh Cinta Selalu Berprasangka


Kala larut menghadiahi segelas kecewa, ada yang bisa disembuhkan? atau kembali berbuah harapan. manusia sereceh itu, akan kembali patah lalu dengan mudah kembali tegak, bukan berbalur prosa lamban agar perlahan. Jatuh hati selucu itu, bulir enggan jatuh namun bergerak di daun layu. apa yang kau harap dari itu? hati yang jatuh lalu baik-baik saja? lucu.
salah satu temanku bergumam, dengan 29 tahun waktu yang ia punya, kini ia tak punya cinta, tidak perlu pernah lagi merasakannya. Ia hanya perlu merasakan, merasa pantas dan menikmati. Tidakkah laki-laki berfikir itu adil? lalu, dimana letak adil, jika hanya perempuan yang gemar merasakan lalu laki-laki hanya mengabaikan.
Percakapan dimulai dari semangkok bakso yang dihidangkan mulai dingin dan tak terdengar lagi bunyi kereta dari atas. Mengapa perempuan dewasa selalu berhasil membuat percakapan menjadi terbuka. Tentang perasaan yang sudah lama terperangkap dan menggerutu. Aku tidak perlu menghadiahi nya dengan kata setuju, ia cukup tau lebih dalam bahwa aku juga turut bersamanya. Aku setuju, bahwa rasa selalu akan hilang perlahan, puaskan lah bagi kalian yang masih punya banyak waktu untuk merasakannya, walau akan berkali-kali, ia akan selalu membuat bahagia ketika datang, dan bisa menjadi biasa bila pergi.
Aku mengerti, bahkan air deras yang kau buat sendiri terkadang tak mampu kau hentikan. walaupun sebagian orang selalu bilang nanti kau akan merasakannya lagi, lihatlah. Atau kau hanya belum paham perasaanmu, coba buka dan hentikan egoismu. Iya, aku tau, paham, dan memang benar. sudah kuulang sejak dua tahun yang lalu, yang tepatnya aku enggan ingin tau sejak kapan menghilangkan perasaan seperti itu. Sudah lebih dari 25 tahun umurku hidup, dan sekarang bukan saat yang tepat untuk benar-benar jatuh cinta. menyukai hanya melukai, ingin tahu lebih dalam hanya membuatmu semakin cukup tau, ini benar-benar tidak mudah.
semakin larut malam yang sering kuhabiskan, semakin enggan pula fikiran ini berkata, aku sudah cukup baik-baik saja, sedikit kesepian namun masih bisa kuabaikan, seakan selalu membenarkan cara pandang yang ku ikat terlalu erat.
Aku tak pernah ingin bertanya, bagaimana cara mereka jatuh cinta disaat yang tepat, rasanya tepat saja bagi mereka, dan selalu indah pada akhirnya. mungkin hanya ketika jatuh, diambil oleh orang yang benar-benar membutuhkan, lelucon bukan? tidak, hanya aku yang membuatnya lucu. Jatuh ku tidak pernah seindah itu, hanya mungkin selalu diambil dan di buang kembali karna merasa tak membutuhkan.
Aku tidak sedang menggerutu pada kisah hidupku, hanya berusaha tidak mengabaikan apa yang terkadang terfikirkan, tidak selalu manis seperti lagu-lagu yang sering kunyanyikan. Kadang gurauan orang lain tidak pernah membuat perasaan ini baik-baik saja. Selalu berhasil membuat orang sepertiku terdiam, apakah kalian juga sering? apa yang ingin kalian lakukan, menyumpal mulutnya dengan sampah, atau membuat matanya keluar hingga tak perlu lagi melihat dirimu sendirian.





Comments

Instagram

Friends