23 September 2016

Apapun yang ingin dikatakan, katakanlah.

Hello,

Terlalu banyak cerita di balik 300 hari lebih di kota ini sejak pertama kali aku memutuskan menginjakkan kakiku kesini, hal yang  tidak pernah aku bayangkan akan mengalir di hidupku, ketika matahari yang kuanggap cerah ternyata kelam kelabu, ketika aku bangkit menuju cerah ternyata hanya anganku bukan nyata, ketika suatu hari ternyata aku membuat sebuah keputusan yang salah untuk pindah. ketika tahun lalu, aku masih punya cerita yang terlihat hidup, di kota itu. aku ingat bagaimana sahabat-sahabatku mengatakan sesuatu untuk mengalihkan perhatianku untuk pindah, namun keputusanku, waktu itu terlalu benar.
Aku memutuskan untuk menulis post ini dengan bahasa Indonesia, untuk berbagi dengan kalian semua, yang menganggap mungkin aku baik-baik saja. lihatlah.. aku baik, tapi ternyata tidak cukup baik untuk menyimpan semuanya selama setahun belakangan ini. Semua mengubah cara pandangku. cara pandang yang salah menurut mereka, namun tidak untukku.
Kebodohanku yang pertama, adalah percaya begitu saja. aku tidak menyalahkan siapapun, hanya aku yang salah. bahkan menyerahkan hidupku adalah ingatan buruk yang pernah begitu aku sesali, lebih dari apapun, hidup itu tidak akan kembali lagi.
malam itu kembali pada ingatanku, tidak perlu tahu bagaimana bisa berakhir, yang jelas aku bersyukur tuhan memberiku hidup. namun, tahukah apa yang ku alami sekarang? tuhan kembalikan semua menjadi bahagia, namun 12 bulan memulai hidup baru bahkan tidak mampu mengurangi rasa ketakutanku. takutku pada malam itu.
ingin rasanya aku memendam rapat-rapat perasaan ini, namun tak pernah bisa. keyakinanku, bahkan kepercayaan diriku menjadi tidak baik. beberapa malam sebelum ulang tahunku, rasa sakitnya tidak sebanding dengan ingatanku. rasa sakitnya tidak sebanding dengan ingatan melihat orang lain dengan jelas menghancurkan hidupmu, membuatmu sengsara berbulan-bulan, membuatmu tidak bisa tidur, membuat ulang tahunmu menjadi menakutkan, membuatmu berhari-hari tidak bisa makan, membuatmu badanmu serasa dipatahkan, membuat malu keluargamu, membuat yang seharusnya tak pantas dilakukan untukmu, meninggalkan bekas luka yang hingga sekarang masih ada. membuat semuanya menjadi mimpi buruk, dan akhirnya pergi begitu saja, datang- pergi- menyakiti begitu seterusnya.
hingga kini, aku hanya bisa berharap aku tidak pernah bertemu dengan laki-laki manapun. aku tidak pernah bisa membuka hatiku untuk mereka, cuma terlihat senyum palsuku yang selalu kupaksakan, berusaha baik, berusaha terlihat tertarik. semua tidak semenarik itu. aku terlalu takut bermain-main, cukup rasanya bodoh.
Semua yang ku jalani setahun ini rasanya penuh kebohongan, aku tidak pernah jujur pada diriku sendiri hingga sekarang, bahkan aku tak pernah mau percaya pada perasaanku, aku tidak pernah mau kembali pada diriku yang dulu, tidak perduli seberapa sakitnya pada perasaan yang ku pendam. lebih baik begini, mungkin lebih baik.
Berbulan-bulan terus berjuang sendiri, hingga saatnya aku berdiri dan mengangkat kepalaku. berjanji tidak akan pernah memaafkan dia. sampai detik ini. 


*aku berjanji tidak akan post ulang cerita begini, ini pertama dan terakhir. terima kasih untuk kalian yang mengerti.

15 Juli 2015

see you.. Yogyakarta!



 for the first time I left Yogyakarta, to allow time I will not go back there again.
leaving all the memories for 6 year stay there. friends, my sweet room, comfort, tranquility, memory, singing.
I loved the city, many things make me an adult. I thought I could move, but it was difficult to move on from that city. a city so much laughter, tears, joy, and happiness. 
 i love you so much. 
i love you.












Welcome Jakarta!

07 Juli 2014

friends-ship!





Hello Everybody, miss you for a long time.



Welcome to soundcloud !
follow and enjoy :)