C.I.N.T.A






jadi ini adalah musim keduaku dalam penulisan, maksudnya? ya maksudnya aku menulis musiman, hehe. sulit sekali untuk konsisten menata waktu, tidak, maksudku menata fikiran agar fokus mengetikkan jemari ditengah kerumunan fikiran yang selalu melayang entah kemana.
oke, kali ini kita mulai dengan pembahasan dan bahasa yang lebih menyenangkan.
sebelum memulai, aku menyerah setelah ketidak konsistenku dalam mengisi konten blogku beberapa tahun ini, seperti kehilangan jati diri, dan akhirnya setelah berfikir cukup keras atas keisenganku, aku memutuskan untuk menuangkan isi fikiranku yang terkadang terlalu sedikit untuk dituangkan disini dan mengalihkan konten prosa ku ke tumblr yang bisa diakses di https://www.tumblr.com/blog/bukusenja.
cukup untuk informasi yang tidak begitu penting, kali ini aku bertanya pada diriku. kapan terakhir aku jatuh cinta? beberapa tahun ini aku mulai menyadari munculnya perasaan yang begitu luas. bukankah begitu untuk ukuran orang dewasa? pernahkah kalian merasakan perasaan begitu sayang namun rasa egoismu tidak ingin memiliki? rasa sayang namun ragu untuk kau miliki, atau nyaman yang kau rasa hanya untuk sebatas menyenangkan saja. rasanya cukup sulit untuk di bahas. beberapa kali dari kita mungkin berpendapat hal itu bisa disebut dengan penasaran, benarkah? atau memang kau bukan jatuh cinta namun hanya menyukainya sehingga jika dia pergi tak ada yang perlu kau tangisi.
apakah keputusan menyukai seseorang sesempit itu? kita memutuskan untuk menomorduakan diri sendiri, lalu memutuskan untuk percaya bahkan memutuskan pula untuk tidak menyukai lagi dan berkata "mungkin memang dia lebih pantas bersama orang lain", bukankah itu sama saja dengan "pergilah, aku sudah tidak menyukaimu lagi".
rasanya menjadi sulit menjadi dewasa, sesulit menebak perasaan sendiri.
sering kali aku mendapati pernyataan orang lain yang tidak bukan teman ku sendiri mengatakan "aku mulai menyukai orang lain" pada minggu ini dan menyatakan hal yang sama di beberapa minggu berikutnya dengan nama yang berbeda. secepat itukah memutuskan untuk jatuh cinta dan pergi begitu saja?
tapi beberapa kali kudapati diriku seperti itu, yang lalu. mungkin proses mendewasakan hati dengan cara melihat masa lalu adalah pilihan terbaik. bukankah dengan dewasa kita lebih bisa merangkul perasaan cinta dengan begitu luas dan lebih perlahan? contohnya ketika merasa nyaman dengan seseorang kita mulai membentuk fikiran bahwa lebih baik perlahan dan jangan tergesa-gesa. rasanya tidak lagi ingin jatuh cinta seperti senja, muncul dengan indah lalu pergi tak membekas menjadi gelap, jika senja mudah dilupakan begitu saja, apakah hati bisa kita atur sedemikian rupa?









Comments

Instagram

Friends